Introspeksi Hidup : Untuk Apa Aku Hidup? Untuk Apa Kita Hidup?

Suatu pagi yang cerah di bawah rindangnya pohon dan hijaunya taman rumput kampus, beberapa mahasiswa baru berkumpul duduk melingkar dalam kelompoknya. Kelompok itu terdiri dari 9 orang mahasiswa baru didampingi oleh seorang mahasiswa senior yang dianggap memiliki pemahaman lebih mengenai hal yang didiskusikannya. Mereka berdiskusi mengenai visi misi hidup. Ada yang menggebu-gebu penuh semangat dan percaya diri menyampaikan mimpi-mimpi indahnya di masa mendatang kelak, ada yang masih merangkai kata demi kata agar lebih enak didengar, ada pula yang masih mencari-cari visi hidupnya, bahkan tak sedikit yang baru tersadarkan akan pentingnya visi misi hidup.

mentoring-oskm-itb

Cuplikan situasi di atas merupakan hal serius pertama kali yang menghentak pemikiranku akan filosofi hidupku selama ini. Setelah sebelumnya kita, 9 orang dalam kelompok yang disebutkan di atas, belajar mengenai konsep esensi dengan kesepakatan akhir bahwa segala sesuatu harus dilihat terlebih dahulu dari esensinya, yaitu alasan atau tujuan sesuatu tersebut diciptakan, lantas untuk merangkai visi misi hidup yang tepat maka sebelumnya kita harus tau esensi visi misi hidup itu sendiri, bahkan sebelum itu kita harus terlebih dahulu mengerti mengenai esensi hidup ini, esensi kehidupan kita.

Kemudian mulailah aku berpikir agar segalanya sistematis dan logis. Oleh karena itu, pertanyaan pertama yang harus dijawab dan dipahami adalah apa esensi hidup atau apa tujuan dari hidup. Secara biologis, sederhananya hidup adalah ketika kita tercipta dengan organ tubuh berfungsi dengan baik sehingga kita bisa bernafas dan jantung kita masih berdetak. Namun pokok hal yang harus dipahami disini adalah sebenarnya apa alasan kita hidup, apa tujuan dari hidup kita di dunia ini. Kamu bisa menjawabnya? Aku yakin, setidaknya kamu akan berpikir sejenak untuk menjawabnya.

Running businessmen

Esensi adalah alasan atau tujuan sesuatu diciptakan, maka esensi hidup kita berarti alasan atau tujuan mengapa hidup kita diciptakan. Manusia menciptakan gunting dengan tujuan memudahkan dalam hal pemotongan, maka esensi dasar gunting adalah untuk memotong sesuatu. Lantas hidup kita diciptakan untuk apa? Karena kita adalah manusia dan kehidupan manusia bermula ketika manusia itu ada atau tercipta, maka pertanyaan tersebut bermakna sama dengan pertanyaan “Hidup manusia diciptakan untuk apa? Untuk apa manusia diciptakan? “.  Dengan demikian , untuk mendapatkan jawaban terbaik mengenai esensi hidup maka kita harus memahami tujuan manusia diciptakan atau dengan kata lain esensi manusia itu sendiri.

Untuk apa manusia diciptakan? Ya, untuk apa sebenarnya kita tercipta. Setidaknya ada 2 metode untuk mengetahui esensi. Pertama, kita kumpulkan data mengenai hal terkait kemudian kita analisa data-data tersebut untuk mendapatkan tujuan atau alasan hal tersebut diciptakan atau dilaksanakan. Contohnya, kita ingin mengetahui esensi gunting maka kita kumpulkan data-data mengenai gunting mulai dari bentuknya, karakteristiknya, fungsi atau kegunaannya dan sebagainya sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa esensi dasar gunting adalah untuk memotong atau membelah sesuatu menjadi dua bagian. Kedua, untuk mengetahui esensi sesuatu maka kita tanyakan saja kepada penciptanya. Karena sejatinya yang mengetahui pasti mengenai tujuan atau alasan sesuatu diciptakan adalah penciptanya. Metode pertama tentunya tidak akan menjamin hasil yang diperoleh mengenai esensi sesuatu itu sesuai dengan esensi sebenarnya karena kemampuan analisis setiap orang tentunya berbeda sehingga pada ujungnya tidak jarang menimbulkan perdebatan. Sebaliknya, metode kedua akan menjamin hasil yang akurat dan sesuai dengan esensi sebenarnya karena si pencipta sendiri yang memberi keterangan alasan atau tujuan sesuatu tersebut diciptakan.

creator-god

Untuk apa kita hidup? Untuk apa manusia diciptakan? Agar jawabannya tepat maka kita harus menggunakan metoda yang kedua, yaitu menanyakan kepada pencipta manusia itu sendiri. Lantas siapakah yang menciptakan kita/manusia? Ya, dialah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pencipta. Bagaimana caranya? Kan kita tidak bisa bertemu langsung menanyakan kepada-Nya. Satu-satunya jalan untuk menemukan jawaban tersebut berarti kita harus cari firman-firman-Nya dalam kitab suci yang menerangkan mengenai asal-usul atau tujuan manusia diciptakan. Pada hakikatnya semua kitab suci harusnya memiliki misi yang sama, yaitu menyampaikan firman-firman-Nya kepada manusia sebagai petunjuk menjalani hidup ini. Sebagai seorang muslim, aku percaya bahwa satu-satunya kitab suci yang masih original dengan kata lain tidak berubah secara substansial dari semenjak awal diturunkan adalah Al-Quran. Dengan demikian, untuk mencari firman-firman-Nya mengenai tujuan diciptakanya manusia akan lebih tepat jika kita mencarinya di Al-Quran agar orisinalitasnya terjamin sesuai dengan yang dimaksudkan Sang Pencipta. Logis kan? Ya, sangat logis, setidaknya menurutku.

Untuk apa kita hidup? Untuk apa manusia diciptakan? Ternyata jawabannya dari pertanyaan tersebut tertuang dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, yaitu sebagai berikut.

adz-dzariyat-ayat-56

Berdasarkan firman Allah tersebut diterangkan bahwa ternyata tujuan atau esensi manusia tidak lain hanyalah untuk menyembah atau beribadah kepada Sang Pencipta. Lantas, apakah seluruh aktivitas hidup yang kita jalani dan lakukan selama ini berorientasi atau berintegrasi ke arah beribadah menyembah-Nya? Jawabannya tentu saja kembali ke diri kita masing-masing. Selanjutnya kita pun harus memahami benar konteks ibadah itu seperti apa. Apa itu beribadah? Bagaimana pengimplementasiannya di kehidupan kita sehari-hari? Tampaknya perlu pembahasan lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut. Namun yang terpenting adalah sekarang kita tahu tujuan kita hidup di dunia ini dan semoga segala apa yang kita lakukan sejalan dengan esensi atau tujuan kita tersebut. Aamiin  🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s