Aku Dan Lomba-Lomba Itu

“Competition is a normal phenomenon that will spur creativity” -Adam Smith

Tak tahu kapan atau bagaimana mulainya, namun sangat kusadari bahwa secara langsung maupun tidak langsung aku menikmati setiap proses menenggelamkan diri dalam sebuah kompetisi. Perasaan ini seperti sebuah fitrah kehidupanku. Ya, memang benar, pada hakikatnya manusia selalu berkompetisi setiap waktu dimanapun dia berada. Entah dia compete dengan individu dan atau mahluk lainnya ataupun dengan dirinya sendiri. Kita semua tentu tahu bahwa kita saat ini adalah satu-satunya pemenang diantara berjuta bahkan bermilyar sel lainnya dalam kompetisi menjadi seorang organisme (manusia) sekitar 9 bulan sebelum kita lahir. Kalau begitu, perasaanku ini sebenarnya bukan suatu hal yang unik apalagi special karena setiap orang pasti memilikinya. Toh itu bawaan dari sebelum lahir.

Hidup juga sedemikian rupa memiliki format kompetisi. Mau masuk sekolah favorit pasti ada seleksinya, ada kompetisi disana. Setelah masuk ada sistem ranking di kelas, ada kompetisi disana. Itu masih dalam satu sekolah, belum lagi antar sekolah, kota, provinsi, hingga antar negara. Itu masih mengenai sekolahan, belum lagi mengenai sumber daya alam, politik, pasar, senjata, teknologi, dan masih banyak lagi. Itu masih mengenai keduniaan, belum lagi mengenai surga neraka yang kompetisinya melibatkan mahluk dari dimensi lain (setan/iblis). Greget, menarik sekali.

img_0052

Bagiku, mengikuti kompetisi atau perlombaan adalah sebuah keharusan. Mengapa? Karena hanya dengan itu aku mau belajar lebih mengenai suatu hal dan berusaha menguasai hal tersebut. Setidaknya, ketika mengikuti perlombaan maka kecakapanku akan hal yang dilombakan akan meningkat secara signifikan. Semuanya terletak pada proses kompetisi itu sendiri dari mulai persiapan hingga head to head dengan saingan di arena pertempuran. Tidak ada manusia yang mau kalah dalam kompetisi, semuanya ingin menang. Dengan hasrat tersebut, secara alamiah akan mendorong dirinya untuk berjuang mewujudkan kemenangannya. Perjuangan inilah yang akan meningkatkan kecakapan dirinya secara signifikan disamping hasil akhir yang didapat itu sendiri. Kembali lagi, ini sudah jadi fitrah manusia. Masa sih? Ga percaya? Silahkan buktikan sendiri.

img_2797

Selain itu, perlombaan kenyataannya tidak jarang hanya merupakan media batu loncatan untukku dalam menyuarakan ide-ide pengentasan permasalahan yang ada di sekitarku kepada para pemangku kebijakan ataupun instansi terkait di negeri ini. Ini merupakan konsekuensi dari aktivitas kemahasiswaanku dulu yang kurang menyukai aksi turun ke jalan berdemo di depan kantor pemerintah ataupun duduk bersama dalam kajian semalam suntuk. Inilah salah satu kontribusiku ke masyarakat dalam rangka memajukan tatanan kehidupan bangsa ini sebagai bentuk tanggung jawab secara intelektual. Karena kupercaya bahwa suatu hari nanti segala ilmu yang kita punya akan dimintai pertanggungjawaban. Pengetahuan ketekniksipilanmu kamu gunakan untuk apa?” Mungkin akan sesederhana itu pertanyaanya kelak. Percayalah, packaging dan menyuarakan ide itu tidak gampang, namun tidak sesulit itu juga, semua ada takarannya. Pengalaman dan semangat perubahan akan membuat semuanya menjadi lebih proporsional dan acceptable. Setidaknya ini yang bisa aku aplikasikan dan amalkan dari ilmu yang kudapat, walaupun tentunya belum cukup maksimal apalagi optimal.

Hal berharga lainnya dengan mengikuti perlombaan adalah fakta bahwa kita akan bertemu orang-orang yang sangat mungkin lebih hebat dari kita. Ini penting. Orang-orang hebat itu akan mengalahkanmu sejumawa apapun almamatermu. Aku sering mendapati diriku jauh tertinggal. Kekalahan demi kekalahan telah mendewasakan pemikiranku, mentalku, dan sikapku ketika mengambil pelajaran dari setiap kekalahan tersebut, sekecil apapun itu. Manfaatkanlah setiap pertemuan dengan kompetitor untuk sekedar menambah relasi, bertanya, dan tentunya belajar lebih. Orang-orang hebat sebagian besar akan dengan senang hati memberikan saran atau komentarnya mengenai karya dan atau performance kita di perlombaan tersebut. Karena belajar langsung dari ahlinya merupakan salah satu metoda belajar paling efektif, khususnya dalam mengembangkan wawasan dan inovasi. Namun tetap, jangan hanya meniru karyanya namun jadikan modal untuk penyempurnaan karyamu yang lebih inovatif kedepannya.

“You should learn from your competitor, but never copy. Copy and you die” -Jack Ma

Menang atau kalah bukan persoalan utama, mereka hanyalah bonus, pembelajaran dalam setiap prosesnyalah yang telah membentukku menjadi aku yang sekarang. Pada akhirnya kuselalu berdoa agar lomba-lomba yang kuikuti dapat bermanfaat banyak untukku dan lingkungan sekitarku, menjadi inspirasi bagi adik-adikku dan orang sekitarku, serta tentunya semua ini berada dalam kerangka kebaikan (fastabiqul khairat). Aamiin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s